Senin, 02 Juli 2012

MATERI LOGARITMA BAGI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008-2009


PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN

MATERI LOGARITMA BAGI SISWA KELAS X
PROGRAM AKSELERASI SMA 1 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2008-2009









OLEH
Dra. HARMININGSIH, M.Pd.
NIP. 132118902
Drs. JAKA SANTOSA
NIP 131260271

OLEH
Hendar Ardiansyah
NIM. 2008.3111.0011


Pondok Pesantren Hidayatullah
Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al- Hakim ( STAIL ) Surabaya
Jurusan / Prodi: Dakwah / KPI
Tahun 2011-2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah subhanallah wataala atas rahmat-Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan telaah kritis tentang tindakan kelas ini. Dengan demikian, maka berakhirlah materi Penelitian tindakan kelas di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya. Sholawat beriring salam semoga tercurahkan ke pangkuan Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan ummatnya yang setia mengikuti sepak terjang perjuangan beliau hingga hari kiamat.
Terselesaikanya tugas telaah kritis tentang tindakan kelas ini.  adalah bantuan dari banyak pihak. Tanpa bantuan tersebut, mustahil tugas telaah kritis tentang tindakan kelas ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang tak terhingga kepada yang kami hormati:
  1. Bapak Drs.Mahmudi selaku dosen pembimbing mata kuliah penelitian tindakan kelas Jazakallah khairal jaza  penulis sampaikan. Semoga Allah SWT, membalas dengan ridha-Nya.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu tugas telaah kritis tentang tindakan kelas ini yang penulis tidak bisa menyebutkan satu persatu. Dengan kerendahan hati, penulis berharap dan memohon semoga skripsi mini ini  bermanfaat dan menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus sampai kapanpun.




Surabaya, 28 Desember 2011


Peneliti
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………         1
Daftar isi………………………………………………………………………        2
Bab. I Pendahuluan…………………………………………………………...       4
Bab. II Penulisan Tindakan Kelas…………………………………………...       6
  1. Latar Belakang.……………………………………………………….       6
  2. Rumusan Masalah.................................................................................       7
  3. Tujuan Penelitian............................................................................. ......      7
  4. Manfaat Hasil Penelitian................................................................. ......      8
  5. Kajian Pustaka…………………………………………………………      8
  6. Hasil Penelitian dan Tambahan..............................…………………...      13
  7. Kesimpulan dan saran.............................................................................     24
Bab. III Telaah Kritis Penelitian Tindakan Kelas…………………………….    26
Bab. IV Kesimpulan.............................................................................................    34
Daftar Pustaka....................................................................................................      37




















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu bentuk perbaikan guru dalam meningkatkan parasiswa dalam memahami pelajarannya.yaiitu dengan diadakannya penelitian tindakan kelas. Dalam kegiatan penelitian ini pula harapannya terjadi perubahan perbaikan dan sekaligus menjadi evaluasi pembelajaran. Maka dari itu salah satu menjadi kewajiban seorang guru untuk mengdakan perbaikan dengan jalan studi penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini akan sangat bermanfaat sekali dalam meningkatkan pemahaman sisiwa dalam memahami pelajaran.
Melihat dari kurikulum dan sub pokok bahasan mata pelajran semakin meningkat hal ini menjadikan bahwa guru dituntut harus mampu mengefektifitaskan metode pembelajaran yang baik. Untuk mengetahui metode pembelajaran yang baik salah satu tolak ukurnya yaitu pemahaman siswa dalam menerima pelajaran. Karena suksesnya seorang guru adalah dia mampu memehamkankan parasiswanya. Dalam hal ini perlu diadakan penelitian tindakan kelas sebagai satu evaluasi bersama terhadap guru ataupun siswa. Harapannya dengan adanya penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru dapat memperbaiki pembelajran. Penelitian tindakan kelas mampu menjawab permasalahan dalam pembelajaran dan dalam hal ini penelitian tindakan kelas berasumsikan bahwa pembelajaran di dalam satu kelas harus mengalami perubahan yang signifikan. Maka menjadi guru yang baik dia harus sanggup mengadakan penilitian tindakan kelas. Sebagai laporan kegiatan yang memberikan informasi perbaikan dalam pembelajaran. Tujuan dan manfaat diadakannya penelitian tindakan kelas adalah saebagai berikut:
Tujuan dari pada penelitian tndakan kelas yang dilakuan adalah:
1.      Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan materi pembelajaran mata pelajaran tertentu.
2.      Mencari pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi pembelajaran.
3.      Meningkatkan penguasaan pemeblajaran guru dalam memberikan pembelajaran kepada para siswanya.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
  1. siswa dapat meningkatkan penguasaan materi dalam pembeljran mta peljaran tertentu
  2. siswa dapat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi pembelajaran dengan secara aktif  dalam pembelajaran.
  3. guru mendapatkan suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan mata pelajaran yang diajrkannya.
Harapan dari penelitian tindakan kelas ini dapat menjadikan perubahan dalam pembelajaran selain guru menemukan strategi pembelajran yang efektif prasiswapun mampu memahami peljaran yang diterima dengan baik.





BAB I1
PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
PENDAHULUAN

A      Latar Belakang.
Pada tahun pelajaran 2008 – 2009 sekarang ini SMA Negeri 1 Surakarta mengadakan program khusus yaitu program akselerasi yang merupakan program rintisan ,sehingga pada pelaksanaan pengajaran yang dilakukan perlu adanya penelitian  agar didapatkan  pengajaran yang paling efektif untuk digunakan baik pada kesempatan yang sekarang maupun yang akan datang.
Pada kesempatan ini peneliti mengadakan penelitian tentang rendahnya penguasaan siswa pada materi logaritma , dan yang menjadi focus pada penelitian ini adalah tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam mengajarkan materi logaritma tersebut.
Tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan guru tersebut diduga akibat kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran.  Hal ini ditandai adanya kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode ceramah secara klasikal.
Dilandasi keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat dan efisien untuk meningkatkan hasil nilai penguasaan materi logaritma dari siswa program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta inilah, maka  peneliti merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas ini.
Peningkatan hasil belajar pada materi logaritma dan efetifitas pembelajaran yang diharapkan oleh peneliti adalah dengan langkah mengarahkan pembelajaran siswa aktif secara kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.  Selain harapan yang telah disampaikan diatas  penelitian ini  diharapkan dapat merubah paradigma guru dalam melakukan pembelajaran dari  guru sebagai pusat belajar  agar beralih ke siswa.
Guna mewujudkan harapan yang diinginkan oleh peneliti seperti di atas maka peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan menggunakan teknik pembelajaran kelompok besar dan pembelajaran kelompok kecil
B       Rumusan Masalah.
Rumusan masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1        Apakah melalui strategi pembelajaran aktif  dapat meningkatkan penguasaan materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta ?
2        Apakah strategi pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta ?
C      Tujuan Penelitian.
Tujuan dari pada penelitian yang dilakukan pada kelas X program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta ini adalah :
  1. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi.
  2. Mencari pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi
  3. Meningkatkan penguasaan materi logaritma bagi siwa kelas X program akselerasi di SMA negeri 1 Surakarta tahun pelajaran 2008 – 2010 dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif.
D      Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
  1. siswa dapat meningkatkan penguasaan materi logaritma  melalui strategi pembelajaran aktif.
  2. siswa dapat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi logaritma tersebut dengan secara aktif  dalam pembelajaran.
  3. guru mendapatkan suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi
(D)

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A      Kajian Teori
1        Strategi Belajar dan Mengajar.
Pada setiap pengajaran ada tujuan yang harus dicapai dan untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan topik – topik yang  didalamnya ada konsep – konsep yang harus sampai pada siswa, dan untuk itu diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah , latihan soal , latih – hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya.
Andi Hakim Nasution ( 1988 : 243 ) menyatakan bahwa dalam suatu pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi kurikulum tertentu prinsip keterlaksanaan dipenggaruhi oleh empat komponen pokok yaitu pembawa materi , penyaji materi , pendekatan dan penerima materi.
2        Strategi Pembelajaran Aktif
a.      Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani (2007:xvi) adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif.
b.      Prosedur Pembelajaran Aktif
Proses pembelajaran di kelas dapat dipandang sebagai tiga bagian kegiatan yang terurut, yaitu: kegiatan awal (pendahuluan), kegiatan inti, dan kegiatan akhir (penutup).
c.       Pembelajaran  Efektif.
Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan, apalagi untuk siswa didik yang mengikuti program akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat dibanding dengan siswa didik yang duduk di kelas reguler .
3        Hasil belajar Matematika.
Penekanan pembelajaran matematika lebih diutamakan pada proses dengan tidak melupakan pencapaian tujuan. Proses ini lebih ditekankan pada proses belajar matematika seseorang.
B       Hasil Penelitan yang Relevan.
Sudah cukup banyak penelitian yang membahas tentang prestasi belajar matematika di SMA namun masih sedikit peneliti yang meneliti berkaitan dengan materi matematika pada suatu pokok bahasan. Sepengetahuan peneliti belum ada peneliti yang meneliti tentang penggunaan strategi pembelajaran aktif  untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma pada kelas program akselerasi.
C      Kerangka Pemikiran.
Dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif maka seorang siswa akan selalu terlibat secara langsung dalam pembelajaran , sehingga dengan keterlibatan ini materi yang dibahas akan selalu teringat dalam pemikirannya dan konsep yang harus dikuasai siswa akan mudah diterimanya hal ini sesuai dengan prinsip learning by doing yang menytakan bahwa pembelajaran akan cepat dikuasai siswa dengan siswa tersebut ikut aktif dalam pembelajaran.
D      Hipotesis Tindakan
Dari uraian pada kajian teori yang telah dipaparkan maka dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut: ” Melalui strategi pembelajaran aktif  dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi  di SMA Negeri 1 Surakarta tahun pelajaran 2008 – 2009 ”
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.     Diskripsi Awal.
Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan , maka peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas yang akan diberi tindakan ,  yaitu kelas X program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta , tahun pelajaran 2008 – 2009 .
Untuk mengungkap kondisi awal dari kelas yang menjadi objek tindakan kelas ini maka peneliti melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1        Perencanaan.
Untuk mengetahui kondisi awal dari kelas X program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta tahun 2008 – 2009 maka peneliti merencanakan observasi langsung pada pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar matematika pada saat mengajarkan materi sifat – sifat  logaritma.
2        Pelaksanaan.
Pelaksanaan untuk mengukur kemampuan awal siswa dilaksanakan pada hari Selasa , tanggal 2 September 2008 di awali pengajaran yang dilakukan oleh guru Pengajar Matematika  kelas X program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta yang mengajarkan sifat – sifat logaritma dengan menggunakan metode ceramah.
 


Gambar 2 Situasi pembelajaran dengan metode ceramah oleh Guru
 
Dalam menyampaikan materi sifat – sifat logaritma guru memerlukan waktu 1 jam pelajaran dan 15 menit untuk pemberian contoh, selanjutnya guru memberikan posttest  dengan menggunakan soal yang telah dirancang sebelumnya
Pada pelaksanaan ini peneliti dan guru pengajar bersama – sama mengawasi kerja siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan , sehingga keakuratan dari hasil pengawasan dapat dipertanggung jawabkan.
Pada pelaksanaan posttest ini siswa mengerjakan soal yang diberikan selama   30 menit.
3        Hasil Pengamatan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa pada pengajaran yang dilakukan, guru masih menggunakan cara pengajaran yang  tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dan  pengajaran materi sifat – sifat logaritma tersebut diajarkan dengan menggunakan metode ceramah. 
4        Refleksi.
Dari kondisi awal yang ada tersebut maka perlu diadakan suatu tindakan untuk mengangkat kemampuan penguasaan materi logaritma dari siswa kelas X program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta
B.     Deskripsi Siklus I.
1        Perencanaan.
Untuk melakukan penelitian pada siklus I ini peneliti beserta guru pengajar merencanakan tindakan yang meliputi :
1        Membuat silabus materi pembelajaran logaritma.
2        Membuat rancangan program pengajaran yang diperuntukkan untuk pengajaran pada kelompok besar.  Rancangan program yang dibuat  digunakan untuk pengajaran  2 x 45 menit dengan rincian (1) apersepsi 10 menit (2) Kegiatan inti berisi pengerjaan lembar kerja dan mengaktifkan siswa dengan metode tanya jawab selama 40 menit (3) Penutup 5 menit (4) evaluasi 35 menit
3        Membuat lembar kerja siswa yang digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar dengan penyusunan tahap demi tahap yang membawa siswa dalam penemuan masalah atau penyelesaian suatu masalah.
4        Membuat alat evaluasi yang digunakan untuk mendapatkan data kemampuan siswa setelah mendapatkan tindakan dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif yang diperuntukkan untuk kelompok besar
5        Membuat solusi dan langkah untuk disampaikan pada siswa berkaitan kelemahan siswa dalam menyelesaikan masalah yang telah di ujikan oleh guru. pengajar
2        Pelaksanaan Tindakan.
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 September 2008, peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang  kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan.
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan peneliti pada saat observasi pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar maka peneliti menyampaikan kelemahan dan kekurangan – kekurangan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan  materi logaritma yang diujikan dengan menggunakan metode tanya jawab.
Peneliti membagikan lembar kerja yang telah dirancang oleh peneliti untuk diselesaikan siswa secara keseluruhan dan peneliti berkeliling untuk mengamati cara kerja siswa serta membantu siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan lembar kerja yang dibagikan.
3        Hasil Pengamatan.
Setelah lembar kerja yang mengarahkan siswa untuk menemukan suatu masalah logaritma dibagikan maka tampak siswa antusias dalam mengerjakan lembar kerja tersebut.
Pada pengerjaan lembar kerja yang dibagikan ini tak terlihat adanya siswa yang bermain – main ataupun asyik mengerjakan pekerjaan yang lain, semuanya asyik dalam mengerjakan lembar kerja yang dibagikan.
Pada pelaksanaan pengerjaan lembar kerja tersebut tampak adanya siswa yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan bertanya pada teman terdekatnya , namun ada pula siswa yang mengalami hambatan dalam mengerjakan lembar kerja tersebut  langsung bertanya kepada peneliti dan guru pengajar.
Pada pengerjaan lembar kerja ditemukan siswa yang belum memahami konsep dasar logaritma bahwa  serta
Pada post test yang diberikan setelah dikoreksi oleh guru pengajar dan peneliti didapatkan hasil sebagai berikut :
Dari 28 siswa yang ada , 4 siswa mendapatkan nilai kurang dari 60 , sedang  19 siswa telah mendapatkan nilai diatas batas tuntas, hal ini berarti 67,86 % siswa telah mampu
4        Refleksi.
Dengan melihat titik lemah yang terjadi pada sebagian kecil siswa berkenaan konsep dasar logaritma maka perlu diadakan penjelasan yang mendasar pada anak – anak yang mengalami hambatan dengan memanfaatkan teman yang telah memahami konsep dasar logaritma tersebut untuk menjelaskannya.
Perlu dibuat suatu catatan – catatan dasar yang siswa sering salah dalam mengartikan seperti   untuk ditindak lanjuti pada tindakan berikutnya.
C       Deskripsi Siklus II.
1        Perencanaan.
Pada perencanaan siklus II ini peneliti dan guru merencanakan tindakan sebagai berikut :
a.       Membuat kelompok kecil yang terdiri dari 4 anak dan masing – masing kelompok dipimpin oleh anak yang dipilih dari anak yang punya kemampuan lebih dan mampu memimpin..
b.      Membuat rancangan pembelajaran materi logaritma sub bahasan persamaan logaritma sederhana untuk kelompok kecil yang dipergunakan bagi pengajaran selama 90 menit.
c.       Membuat 2  lembar kerja yang dipergunakan untuk diskusi kelompok 
d.      Merencanakan alat evaluasi yang berupa soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa.
2        Pelaksanaan Tindakan.
Seperti yang telah direncanakan maka peneliti melaksanaan tindakan siklus II pada hari senin 8 September 2008 dengan materi bahasan persamaan logaritma sederhana, pada tindakan di siklus II ini diawali penjelasan kepada siswa tentang prosedur yang akan dilaksanakan pada pembelajaran untuk kelompok kecil.
Peneliti membagi kelompok yang terdiri dari 4 siswa dan menentukan ketua dari masing – masing kelompok tersebut, selanjutnya siswa berkumpul menurut kelompok masing – masing.
Pada hari Selasa  tanggal 9 September 2008 pada siswa diberikan evaluasi tentang penguasaan materi persamaan logaritma sederhana dalam waktu 1 jam pelajaran atau 45 menit
3        Hasil Pengamatan
Pada pelaksanaan siklus II ini tampak sekali bahwa siswa sangat antusias dalam mengerjakan tugas kelompok, semua siswa terlihat aktif bersama kelompoknya dalam menyelesaikan lembar kerja yang diberikan peneliti.
Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan setelah dikoreksi didapatkan hasil yang sesuai dengan indikator pencapaian hasil yang diharapkan karena dari 28 siswa yang ada dalam kelas X program akselerasi tersebut hanya terdapat 2 siswa yang mendapatkan nilai dibawah batas ketuntasan minimal, sehingga prosentasi siswa yang telah tuntas adalah 92,85 %.
4        Refleksi
Dari hasil evaluasi yang diberikan selama 1 jam pelajaran atau 45 menit tenyata 26 siswa telah mampu mendapatkan nilai di atas batas ketuntasan minimal namun masih terlihat kesalahan yang dibuat oleh siswa dikarenakan faktor kekurang telitian siswa dalam bekerja.
D      Deskripsi Antar Siklus.
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan mulai pemantauan keadaan awal hingga pelaksanaan tindakan pada siklus II maka dapat digambarkan seperti dibawah :
No
Indikator
Persentasi yang dicapai
Awal
Siklus I
Siklus II
1
Siswa dapat menyatakan Sifat – Sifat logaritma
53,57 %
71,43 %
96,43 %
2
Siswa dapat menggunakan sifat – sifat logaritma untuk menyelesaikan masalah

67,85 %
89,29 %
3
Siswa dapat menyelesaikan Persamaan logaritma sederhana


92,85 %

Pembahasan dan Kesimpulan
Dari tabel antar siklus diatas tampak adanya hasil dari masing – masing indikator yang harus dikuasai siswa setelah diberi tindakan mengalami peningkatan yang sangat luar biasa.
(E)
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan.
Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas X program akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta ini , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
    1. Dengan membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan penguasaan materi logaritma dari siswa yang bersangkutan.
    2. Pembelajaran aktif merupakan strategi yang efektif untuk menyampaikan materi logaritma bagi siswa program akselerasi.
B.     Saran.
Setelah mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa program akselerasi ini maka disarankan pada :
    1. Guru dalam mengajar perlu memperhatikan paradigma- paradigma baru sehingga dalam mengajar tidak monoton.
    2. Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa yang akan diberi pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA


Daniel Muijs dan David Reynolds 2008. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Russeffendi 1988. Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Andi Hakim Nasution. 1982. Landasan Matematika. Jakarta : Bharata Karya Aksara.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2007, Strategi PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


BAB III
TELAAH KRITIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Melihat dan mengamati penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Dra. HARMININGSIH, M.Pd. dan Drs. JAKA SANTOSA di SMA I Surakarta tahun ajaran 2008 -2009  dengan judul Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Untuk Meningkatkan Efiektifitas Pembelajaran Materi Logaritma Bagi Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2008-2009. Memberikan wawasan baru bagi seluruh Guru yang membidangi pengajjaran Matematika.
Dalam pendahuluan diatas disampaikan mengapa penelitian tindakan kelas ini dilakukan. Penelitian yang meneliti siswa kelas X dalam memahami pembelajaran Matematika dengan materi Logaritma. yaitu  penelitian ini diharapakan mampu menemukan pengajaran yang paling efektif untuk digunakan baik pada kesempatan yang sekarang maupun yang akan datang. Dan peneliti juga melakukan peneliti ini yaitu ingin mengetahui tentang rendahnya penguasaan siswa pada materi logaritma , dan selain itu juga yang menjadi focus pada penelitian ini adalah kurang efektifnya guru dalam mengajarkan materi logaritma ini kepada siswa.tidak efektifnya pembelajaran tersebut diduga akibat kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran.
Hal ini ditandai adanya kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode ceramah secara klasikal.jadi masih bnyak guru yang mengajar materi matematika dengan metode klasikal seperti ceramah. Selain itu dalam penelitian ini diharapakan suasana pembelajaran di kelas lebih efektif. Karena selama ini dalam pembelajaran ini siswa dianggap kurang tanggap dalam memahami pembelajaran, maka oleh itu guru lebih aktif dalam hall ini. Oleh karena itulah PTK ini akan membalikan metode pembelajaran dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok yang harapannya siswa lebih aktif. Sehingga beban guru yang dulunya lebih aktif dipasrahkan pada siswa untuk lebih dominan dalam memahami.
Adapun rumusan masalah yang diangkat memberikan tantangan pada metode ini. Harapannya dengan adanya metode atau strategi pembelajran aktif mampu meningkatkan penguasaan materi logaritma bagi siswa kelas X program di SMA Negeri Surakarta dan apakah strategi ini memang strategi yang cocok digunakan untuk materi logaritma. Karena materi logaritma yang selama ini disamapaikan melalui stretegi ceramah. Jadi tujuan konkrit dari strategi pembelajaran efektif ini mengharapkan siswa mampu mengauasai materi logaritma ini dengan baik.
Dan adapun Manfaat Penelitian tidak jauh dari tujuan dan harapan yaitu metode pembelajran efektif ini akan bermanfaat sebagai strategi yang mengantarka siswa X dalam memehami materi logaritma. Selain manfaatnya untuk siswa stretegi ini bermanfaat juga bagi guru matematika untuk memahamkan materinya dengan menggunakan strategi pembelajran efektif ini.
Adapun telaah kritis terhadap penelitian tindakan kelas dalam kajian teori ini yang pertama adanya stretegi belajara mengajar. Pemebelajaran yang memiliki tujuan yang baik yaitu harus memiliki konsep – konsep yang harus sampai pada siswa, dan untuk itu diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah , latihan soal , latih – hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya. Dan yang kedua adanya Strategi Pembelajaran Aktif. pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani (2007:xvi) adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif.  Dan yang  ketiga  Prosedur Pembelajaran Aktif (pendahuluan), kegiatan inti, dan kegiatan akhir (penutup). Dengan demikian, strategi pembelajaradalam hal ini guru perlu mempersiapkan sesi pembelajaran yang terdidiri dari pembukaan, kegiatan initi dan penutup. Selanjutnya harus ada Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Awal dan prosedur Pembelajaran Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Kegiatan Inti Pembelajara
Dilannjutkan dengan beberapa langkah seperti Menstimulir rasa ingin tahu siswa. Menstimulir siswa untuk belajar mandiri, Menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok. Dengan kegiatan tersebut mampu mengaktifkan kelas dikarenakan siswa dituntut terus berperan dalam pembelajaran.
Dan teknik kegiatan pembelajaran harus bervariasi seperti dibuat pembelajaran berpasangan di buat turnamen belajar. Dan setelah kegiatan tersebut guru Menstimulir pembelajaran antar siswa dan setelah semua dapat terstimulir maka guru dituntut harus memilki strategi menutup pembelajaran matematika.
Dalam proses belajar mengajar yang efektif dan kemudian mencapai maksimal. Siswa dapat memahami pembelajran tanpa membutuhkan waktu yang lama. Dan akhirnya akan dilhat hasil akhir dari belajar matematika menurut Nana Sudjana (1995:22 ) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan–kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman belajarnya. Dan setelah mengetahui hasil akhir pembeljaran matematika dilanjutkan dengan melihat hasil penelitian yang relevan yang berasumsi Sudah cukup banyak penelitian yang membahas tentang prestasi belajar matematika di SMA namun masih sedikit peneliti yang meneliti berkaitan dengan materi matematika pada suatu pokok bahasan. Sepengetahuan peneliti belum ada peneliti yang meneliti tentang penggunaan strategi pembelajaran aktif  untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma pada kelas program akselerasi. Maka setelah mengetahui hasil akan di buat kerangka pikir yang bisa jadi bukti penelitian
E       Kerangka Pemikiran

  1. Deskripsi Siklus I.

1        Perencanaan.
Untuk melakukan penelitian pada siklus I ini peneliti beserta guru pengajar merencanakan tindakan yang meliputi persiapan pembuatan silabus kemudian mengasumsikan waktu nutuk kegiatan pembeljaran efektif. Pembuatan lembaran kerja yang nantinya dkerjakan oleh para siswa yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Adapun prosesnya selain mereka di beri masalah kemudian mereka mencari solusinya. Baik dari diskus sesama anggota kelompok atau bisa bertanya pada guru, jadi, semua siswa berperan aktif dalam hal ini. Setelah itu membuat program evaluasi pembelajaran yang mana hasilnya itu disampaikan sebagai penegetahuan terhadap siswa terkait dengan kelemahan yang dilakukan siswa/kelompok ketika mengerjakan tugas.
2        Pelaksanaan Tindakan.
Pelaksanaan tindakan ini adalah sudah pada tarap pembagian kelompok-kelompok. Guru menyampaikan pembelajaran beserta ditambahkan dengan pertanyaan yang harus dijwab oleh siswa. Kemudian guru memberikan materi pembelajaran atau permasalahan yang nantinya harus diselesaikan oleh setiap kelompok, baik diskusi atau bersipat mencari ide berdasarkan referensi. Dalam hal ini guru hnya berkeliling mengawasi jalannya pengerjaan tugas. Setelah kelompok selesai menyelesaikan tugasnya maka salah satu dari anggota yang sudah mnyelesaikannya mencoba mempresentasikan pada teman yang lain seperti apa dia menyelesaikan masalah. Maka setelah itu baru guru kembali memberikan tes individu kepada siswa. Dan harapannya siswa bisa mengerjakan tugasnya. Dengan mengasumsi mencari jawaban dengan apa yang telah dipresentasikan tadi.
3        Hasil Pengamatan.
Dalam tindakan pengamatan ini guru berperan sebagai pengarah. Setelah tugas diserahkan pada setiap siswa. Maka, guru hanya memantau dan mengawasi seperti apa kinerja para siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Dan tidak mungkin semua siswa mampu menyelesaikan tugas dengan sempurna yang nantinya dalam tindakan akhir yaitu refleksi akan dijelaskan secara detai kelemahan dalam mengerjakan tugas.
4        Refleksi.
Dalam tindakan reflesi ini guru memerintah siswa yang sekiranya mampu menjelaskan tentang bagaimana menjawab soal dengan baik. Dan tidak sampai sana saja guru membagi kembalik kelompok kecil dan di ketua oleh siswa yuang sekiranya mampu mengerjakan di setiap kelompoknya.
Deskripsi Siklus II.
  1. Perencanaan.
Pada perencanaan siklus II ini peneliti dan guru merencanakan tindakan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil. Di luar persiapan guru mempersiapkan segalanya. Di mulai dari mempersiapakan silabus dan metode pembelajaran. Dan dalam siklus II ini guru lebih praktis memberikaan arahan pada siswanya. Dengan pengelaman disiklus I tadi jadi, sedikit atau banyak siswa telah mengetahui metode pembelajran yang dilakukan.
  1. Pelaksanaan Tindakan.
Dalam tindakan selanjutnya adalah dilakukan pada minggu selanjutnya. Diawali dengan penjelasan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan terkait dengan materi logaritma. Maka selanjutnya guru membagi kelompok kecil kembali dengan di ketuai oleh siswa yang sekiranya dia sudah mampu. Maka didalam perjalanan akan ada suasana tannya jawab atau diskusi antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Maka dengan metode sperti ini siswa mampu berekspresi dalam menyeklesaikan satu masalah. Komunikasi mereka jalan dan pemanhamannya pun berjalan.
  1. Hasil Pengamatan
Pengamatan yang selajutnya adalah biarkan siswa saling menanggapi satu sama lain, terkait denga solusi yangmereka gunakan ketika menyelesaikan persoalan. Dan harapannya masing-masing kelompok menanggapinya. Setelah itu maka melihat hasilnya. Denagn penilaian.
  1. Refleksi
Tindakan terakhir adalah refleksi atau melihat berapa banyak siswa yang mendapat nilai yang baik dan yang kurang dilakukan evaluasoi bersama. Maka yang terjadi aka nada perbaikan yang signifikan terkait dengan siswa engerjakan soal.

BAB IV
Kesimpulan dan Saran
Melihat dan mengamati penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Dra. HARMININGSIH, M.Pd. dan Drs. JAKA SANTOSA di SMA I Surakarta tahun ajaran 2008 -2010  dengan judul Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Untuk Meningkatkan Efiektifitas Pembelajaran Materi Logaritma Bagi Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2008-2009. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan tindakan kelas memiliki manfaat yang relevan, hal ini dapat teihat ketika hamper semua siswa dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jadi ada asumsi bahwa tindakan kelas ini wajib dilakukan oleh seorang guru untuk perbaikan pembelajaran.  Dengan adanya tindakan kelas diharapakan setiap tindakan baru memiliki hasil yang baik. Da;am tindakan kelas diatas memiliki hasil yang baik dibandingkan dengan metode pembelajaran sebelumnya.
Guru adalah tombak kesuksesan dalam pembelajaran oleh karena itu salah satu tindakan agar bagaimana pembelajaran itu ada perubahan atau ada hasil yang di capai maka perlu ada penelitian tindakan kelas sebagai evaluasi penting bagi guru.
Ada beberapa point yang saya tangkap dari penelitian di atas:
1.      Guru memiliki kejangkalan ketika melihat siswanya tidak mampu memahami pembelajaran makanya guru mengadakan penelitian tindakan kelas.
2.      Dalam pembelajaran perlu dibutuhkan banyak model pembelajaran sebagai alternatif perbaikan.
3.      Pembelajaran efektif yang dilakukan diatas dapat ditiru bagi guru-guru yang lain.
4.      Dengan tindakan kelas yang baru ini menuntut siswa untuk lebih aktif dalam memahami pembelajaran dan guru cukup sebagai pengawas dan pengarah dan sekaligus sebagai penampung pertanyaan.
5.      Pembelajaran apabila cara menyelesaikan pembelejaran matematika dengan pembagian kelompok- kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan penguasaan  materi matematika dari siswa , selain itu dengan kelompok kecil ini  kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan lebih baik.
C.    Saran.
Setelah melihat hasil penelitian tindakan kelas pada siswa program akselerasi diatas ini maka disarankan pada :
    1. Guru harus lebih aktif lagi dalam memberikan model pembelajaran dan lebih mempersiapkan pembelajaran kelas dengan maksimal.
    2. Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa yang akan diberi pelajaran.
    3. Untuk semua guru wajib mengadakan penelitian tindakan kelas demi tercapainya pembelajaran yang efektif.
    4. Penelitian tindakan kelas ini menjadi bahan evaluasi dalam proses pembelajaran. Ketika satu model pembelajaran sudah tidak memberikan hasil yang baik maka perlu ada penelitian tindakan kelas sebagai evaluasi bersama dalam pembelajaran.
    5. Tindakan kelas yang telah dilakukuan harus menjadi referensi untuk guru yang lain.
    6. Pembelajaran ayang baik ketika seluruh siswa paham akan pembelajaran yang diterima. Maka bagaimana caranya seorang guru mampu memahmakan siswanya dengan model pembelajaran yang dimiliki.




0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template